Selasa, 25 September 2018

Deklarasi Pemilu Damai dan 'Cangkrukan' ala Kapolres Gresik Bersama SP/SB se-Kab. Gresik.


Gresik - Gresik dikenal sebagai Kota Indsutri, secara otomatis keberadaan buruh tidak dapat dipisahkan darinya. Maka tidak heran jika keberadaan Serikat Pekerja / Serikat Buruh di Kota Gresik sangat diperhitungkan, yang mana masing-masing federasi bisa saja manungi lebih dari ribuan anggota/pekerja.

Hal ini tidak luput dari pandangan Polri dalam hal ini Polres Gresik, yang merasa perlu menggandeng Serikat Pekerja Serikat / Buruh untuk turut serta menjaga kamtibmas di Kota Industri ini.

Sejalan dengan program Polri yang menggelar Operasi Mantap Brata 2018 yang berjalan mulai 20 September 2018 hingga 397 hari kedepan. Operasi ini ditujukan untuk mengamankan agenda kamtibmas menjelang Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden & Wakil Presiden yang dilaksanakan pada tahun 2019, menurut Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, "Kondisi jelang Pemilu 2019 haruslah diwaspadai. Operasi ini menjadi salah satu cara mewaspadai segala kemungkinan yang dapat terjadi".

Program Polri tersebut benar-benar dilaksanakan oleh jajaran Polres Gresik, diprakarsai oleh Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, pada hari Kamis, 25 September 2018, bertempat di lantai dasar Kafe Kopi Kelir, Kapolres Gresik mengajak seluruh Federasi SP/SB untuk turut serta bersama-sama Polri untuk mengamankan agenda kamtibmas.

Dalam kesempatan itu, 15 orang pimpinan dari Federasi SP/SB se-Kabupaten Gresik yang tergabung dalam "Gresik Kampung SP/SB" melakukan deklarasi yang tujuan utamanya yaitu mendukung penuh upaya Polri, dalam hal ini Polres Gresik, untuk mengamankan agenda kamtibmas jelang pemilu 2019, agar Gresik tetap aman, damai, dan kondusif.

Selain menggandeng SP/SB untuk turut serta menjaga kamtibmas di wilayah Gresik, Kapolres Gresik yang juga pemrakarsa terbentuknya "Gresik Kampung SP/SB", dalam kesempatan ini juga melakukan dialog dengan para Pimpinan Federasi SP/SB dan puluhan anggota SP/SB.

Dalam dialognya, Perwira dengan 'Dua Melati Emas' di pundak ini menyampaikan dan mengulas kembali program kerja yang telah disepakati antara Polres Gresik dan Paguyuban Gresik Kampung SP/SB antara lain Program Bedah Rumah, Santunan Anak Yatim dan Korban Laka Ketenagakerjaan.

Selain itu juga dilakukan dialog permasalahan ketenagakerjaan yang dialami oleh beberapa perwakilan pekerja/anggota SP/SB.

"Kedepan kami akan bantu agendakan untuk melakukan dialog bersama dan mengundang Bapak Bupati beserta Jajaran, juga Kadisnaker Gresik, untuk duduk bersama membahas dan mencari solusi terbaik untuk permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan ini. Karena bagaimanapun, kami (Polri) tidak memiliki kewenangan untuk masuk dan menyelesaikan permasalahan (ketenagakerjaan) tersebut." ujar AKBP wahyu Sri Bintoro.

Hari Wahyono, S.H., selaku Sekretaris DPC FSP KAHUTINDO Kab. Gresik mengapresiasi langkah dan kepedulian Kapolres Gresik, "Kami barterima kasih kepada Kapolres Gresik yang sangat peduli terhadap dunia dan permasalahan perburuhan yang kompleks di Gresik ini. Bersama Kapolres Gresik, kami tidak hanya didukung dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan demi terjaganya kamtibmas, namun kita juga diajak bersama-sama untuk peduli terhadap sesama disekitar kita."

Kegiatan yang dikemas secara santai namun serius tersebut diakhiri dengan hangat bersama secangkir kopi dan acara hiburan joget bersama guna mencairkan suasana dalam kegembiraan dan keakraban antara SP/SB dan Kapolres beserta jajarannya.

Ido Nugroho, Wakil Sekretaris DPC FSP KAHUTINDO, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan "Kami berharap kegiatan dialog yang dikemas dalam 'cangkrukan' dan ngopi bersama yang berkualitas ini rutin diadakan, hal ini juga membuktikan bahwa antara masyarakat biasa dan Polri tidak ada batasan, kita sama-sama warga negara Indonesia, dan berhak untuk hidup damai juga bebas bersosialisasi dengan sesama. Karena dalam masyarakat baik pekerja/buruh bersama Polri selaku aparat penegak hukum sama-sama saling membutuhkan demi terjaganya kamtibmas khususnya di wilayah Gresik. Mari kita ciptakan suasana ketenagakerjaan, sosial, dan politik yang aman, damai, dan kondusif demi Gresik yang lebih baik." (inc)