Minggu, 13 Januari 2019

Nasib UMSK Gresik 'Terombang-Ambing', Sekber Gresik Ambil Sikap

(Foto : Media & Jurnalism Section FSP KAHUTINDO Gresik)
Gresik - Hari ini (14/01), Sekber DPC SP/SB Gresik wilayah Gresik Kota dan Utara melakukan Setting Aksi. Sebelumnya Setting Aksi ini sudah dilakukan oleh Sekber DPC SP/SB Gresik wilayah Selatan Sabtu (12/01) lalu.

Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri seluruh pimpinan Sekber DPC SP/SB Gresik tersebut berlangsung memanas, karena seluruh Pimpinan dan Korlap geram dengan sikap Pemerintah saat ini yang tidak kooperatif.

"Kali ini kami fokus terhadap pelaksanaan aksi pada tiga hari tersebut. Karena upaya yang telah kami tempuh di Dewan Pengupahan maupun audiensi dengan pemerintah tidak membuahkan hasil, maka satu-satunya jalan dalam menyikapi ketidak-kooperatifan Pemerintah ya kita suarakan hal dan tuntutan yang baik ini dengan cara yang tegas." ungkap Agus Salim, S.H., M.Si, selaku orang nomer satu dijajaran FSP Kahutindo Gresik dan juga Senior di Sekber Gresik.

(Foto : Media & Jurnalism Section FSP KAHUTINDO Gresik)
Sejalan dengan itu, Ketua DPC FSP KEP KSPI, Apin Sirait menyampaikan, "Saya rasa Pemerintah Kab. Gresik sengaja mengolor-olor rekomendasi pemberlakuan UMSK di Kab. Gresik. Dalam artian Pemerintah saat ini masih saja menggunakan cara-cara lama atau kuno yang tidak sepatutnya dipakai lagi dalam merekomendasikan UMSK, yaitu dengan meminta surat pernyataan kesanggupan dari tiap-tiap perusahaan dan pembentukan asosiasi sektor di Dewan Pengupahan."

Selain itu dia mengatakan, jika rencana Aksi selama tiga hari berturut-turut ini mendapat atensi dari pemerintah, "Pemerintah meminta kita untuk menjaga kondusifitas dan stabilatas investasi serta kamtibmas di Wilayah Kab. Gresik, kami rasa kami mitra terbaik Pemerintah dalam menjaga kamtibmas dan kondusifitas investasi jikalau Pemerintah juga kooperatif terhadap hal (UMSK) ini."

Jika aksi selama tiga hari berturut-turut  yang diikuti lebih dari 10.000 orang pekerja/buruh bersebut benar-benar dilakukan, maka ini sejarah baru Sekber Gresik, karena sebelumnya tidak pernah dilakukan aksi semacam ini. Namun pada kali ini Sekber Gresik sepertinya benar-benar geram dengan ketidakberpihakan Pemerintah Kab. Gresik dalam hal penegakkan aturan/hukum ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja/buruh di Kab. Gresik.

Berdasarkan pantauan redaksi Media FSP KAHUTINDO Gresik, hingga pukul 12.00 WIB, Pimpinan DPC SP/SB masih melakukan rapat dengan Korlap Aksi. (inc)

Kamis, 10 Januari 2019

UMSK 2019 Tidak Direalisasikan, SEKBER SP/SB Ancam Lumpuhkan Jalanan Kota Gresik


(Foto : Media & Jurnalism Section FSP KAHUTINDO Gresik)

Gresik - Gairah Perjuangan Kaum Buruh Gresik kembali bergeliat. Setelah vakum pasca penetepan UMK Kabupaten/Kota, kali ini aliansi pekerja/buruh terbesar di Kota Industri itu kembali akan menunjukan tajinya.

Bertempat disalah satu cafe di Gresik, hari ini (10/01) pukul 12.00 WIB, pimpinan dan para pengurus DPC yang tergabung dalam Sekber Gresik melakukan rapat pemantapan menjelang setting dan aksi yang rencana akan dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 19 Januari 2019.

Agus Salim, S.H., M.Si., selaku Ketua DPC FSP KAHUTINDO Kab. Gresik dan perintis terbentuknya Sekber SP/SB Gresik mengungkapkan, "Pada rapat hari ini (10/01) sudah kami putuskan bahwa Aksi seluruh Pekerja/Buruh Gresik terkait dengan UMSK akan dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 18 Januari 2019 secara terus menerus."

"Tidak seperti biasanya, yang mana kami tetapkan pada salah satu hari untuk dilaksanakan Aksi. Kali ini kami laksanakan Aksi tersebut selama tiga hari secara terus menerus", lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPC FSP KEP KSPI, Apin Sirait, menambahkan, "Sesuai dengan keputusan rapat, itu yang kami semua jalankan. Karena Pemerintah Kabupaten Gresik indikasinya berusaha mengolor terealisasinya UMSK yang menyeluruh di kab. Gresik dengan berbagai alasan, mulai dari meminta harus adanya asosiasi sektor dan juga meminta adanya pernyataan kesanggupan dari beberapa perusahaan yang sanggup memberlakukan umsk. Ini tidak relevan. Jangan salahkan kami jika nantinya geliat ekonomi dan jalanan kota Gresik akan kami buat 'meriah'."

Rapat para pimpinan dan pengurus SP/SB yang berlangsung selama empat jam tersebut memutuskan bahwa aksi damai turun jalan / unjuk rasa pekerja/buruh akan dilaksanakan pada tanggal 15, 16, dan 17 Januari 2019 secara terus menerus. (inc)