![]() |
| (Foto : Media & Journalism Section FSP Kahutindo Gresik) |
Gresik - Menjadi rumah bagi 1000 lebih perusahaan membuat Gresik mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pekerja dan pencari kerja. Wilayah yang strategis dengan berbagai fasilitas penunjang yang ada membuat Gresik menjadi magnet kuat bagi para investor untuk datang. Namun tidak hanya pekerja, pencari kerja, maupun investor, Gresik juga didatangi oleh beberapa peniliti dari luar negeri, salah satunya adalah Prof. Dr. Teri L. Caraway. Bukan tanpa alasan, kedatangannya ke Indonesia khususnya di Gresik adalah untuk meneliti pola demokrasi dan pengaruh serikat pekerja/serikat buruh terhadap situasi politik yang sedang hangat saat ini.
Prof. Dr. Teri L. Caraway merupakan seorang Profesor di University of Minnesota, Amerika Serikat, yang fokus terhadap demokrasi dan politik yang berkembang dalam masyarakat. Wanita yang biasa di sapa Teri ini datang dari Amerika untuk melakukan penelitian terhadap geliat pekerja/buruh terhadap situasi demokrasi dan politik terkini yang ada di Indonesia, yang mana situasi politik di Indonesia juga berpengaruh terhadap kondisi politik maupun ekonoi internasional.
Dan tepat pada Sabtu (02/02) kemarin, Teri datang langsung ke kantor sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kahutindo (DPC FSP Kahutndo) Kabupaten Gresik. Kedatangannya pun disambut langsung oleh Ketua DPC, Agus Salim, S.H., M.Si., beserta jajaran pengurusnya. “Kami baru saja selesai rapat koordinasi Pengurus DPC dengan Pengurus Unit Kerja, dan Prof. Teri langsung datang. Sebelumnya beliau juga sudah menginfokan jika akan bertamu ke kantor kami. Kebetulan lah pas kami kumpul, Prof. Teri datang, nanti sekalian bisa dialog terkait beberapa isu internasional juga.”, ungkap Agus Salim.
![]() |
| (Foto : Media & Journalism Section FSP Kahutindo Gresik) |
Kemahiran Teri dalam berbahasa Indonesia membuat dialog menjadi hangat dan mudah dipahami oleh seluruh pengurus yang hadir, terlihat sempat ada beberapa guyonan dalam dialog yang dilakukan. Pertemuan yang digelar secara tertutup di kantor sekretariat DPC FSP Kahutindo Gresik tersebut berlangsung selama tiga jam.
Dalam sesi dialog terakhirnya, Teri Mengungkapkan “Sekarang saya bertemu kembali dengan pak Agus Salim, karena beberapa tahun yang lalu ketika saya berada di Indonesia kami tidak bisa bertemu karena pak Agus sakit, kondisinya sekarang sehat dan semoga selalu sehat. Saya mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang sudah diberikan oleh pak Agus, saya bisa silaturahmi dengan pengurus serikat pekerja Kahutindo, juga dialog seputar serikat pekerja/serikat buruh dalam memahami situasi politik dan pemilu mendatang.”
“Menurut saya dengan situasi politik saat ini, jika pekerja/buruh ingin memiliki dampak yang besar dalam bidang politik, maka semuanya (serikat pekerja/serikat buruh) harus bersatu.” tambahnya.
“Tadi kami membicarakan banyak hal, terkait isu-isu ketenagakerjaan dan politik, dampak dan korelasinya. Prof. Teri juga dialog dengan Pengurus DPC dan Pengurus Unit Kerja, membicarakan prihal isu pekerja wanita di Indonesia dan luar negeri, perlindungan tenaga kerja dan hukum tenagakerja.” pungkas Ketua DPC FSP Kahutindo Gresik, Agus Salim.
Dalam pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Kahutindo dan sesi foto bersama seluruh pengurus yang hadir dengan Teri yang telah memakai atribut Kahutindo. (inc)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar